Budi Putra: “Kata Kuncinya Adalah Blogging, Social Networking dan Web 2.0″
0 komentar Diposting oleh klulaku di 23.30Budi Putra: "Kata Kuncinya Adalah Blogging, Social Networking dan Web 2.0"
Kalau Anda ngaku sebagai blogger tapi gak kenal dengan, atau setidaknya tidak pernah mendengar nama, seorang Budi Putra, berarti kadar ke-blogger-an Anda patut dipertanyakan (seperti halnya kadar ke-AdSense-an pak FN, hihihi). Beliau sempat menghebohkan blogosphere Indonesia karena pada awal bulan Maret 2007 lalu memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya yang super-mapan di Tempo dan memilih menjadi seorang full-time blogger. Julukan sebagai Blogger Professional Indonesia Pertama pun mulai disematkan, seiring dengan kemunculannya di berbagai media.
Salah satu sepak terjang mas Budi Putra dalam bisnis internet Indonesia yang patut diacungi jempol adalah membangun jaringan blog yang dinamakan Asia Blogging Network (ABN) dimana saat ini sudah memiliki lebih dari 70 anak blog. Sayang wawancara kali ini diadakan via email (pada saat dihubungi, mas Budi sedang berada di bandara), karena apabila via YM, pasti sudah saya todong tentang earning ABN, hehehe.
Nah selanjutnya, mari bersama-sama kita baca dan serap jawaban-jawaban interview dari Budi Putra.
Bagaimana pendapatnya tentang perkembangan bisnis internet Indonesia di tahun 2007 barusan? Apakah di tahun 2008 nanti kondisi tersebut akan bertahan atau mengalami perubahan?
Saya kira bisnis Internet sepanjang tahun 2007 mulai “menggeliat” lagi, setelah pada tahun-tahun sebelumnya sempat “tiarap”. Meskipun tidak banyak peluncuran layanan-layanan baru, tetapi paling tidak, kita bisa menangkap kesan bahwa bisnis Internet sepanjang 2007 berjalan cukup bagus.
Sepanjang ada manuver-manuver baru yang lebih signifikan, tentu bisnis Internet Indonesia tahun 2008 ini akan semakin bagus dan maju.
Dengan semakin banyak masyarakat yang melek akan potensi bisnis online, apakah ini akan membawa perubahan dalam kondisi bisnis offline di Indonesia? Bagaimana dengan UKM?
Saya kira dari contoh-contoh yang sudah ada, potensi bisnis online jelas relatif lebih bagus, ketimbang misalnya bisnis off-line atay konvensional. Secara umum, berbisnis secara online jauh lebih praktis dan efisien, overhead-nya rendah, jangkauannya luas dan pemasaran serta promosinya bisa memanfaatkan pemasaran “viral”, words of mouth dan sejenisnya. Ini jelas sangat potensial jika dimanfaatkan oleh UKM-UKM dalam mengembangkan bisnisnya. Di era digital sekarang ini, bukan yang kuat, tapi yang cepat-lah yang akan sukses. UKM yang bisa bertindak cepat dan tepat dalam memanfaatkan peluang ini akan bisa sukses besar. Artinya, semua orang, semua pihak, punya kesempatan yang sama.
Peran pemerintah dalam membantu pengembangan bisnis internet hingga sekarang terasa masih kurang. Bagaimana dengan tahun 2008 nanti?
Sebaiknya pertanyaan ini dijawab oleh pihak pemerintah… hehehe
Bagi individu / personal, bagaimana prospek “make money from blog” di tahun 2008?
Ya, sebaiknya jangan hanya Cosa Aranda saja yang sukses “make money from blog” hehehe… Kita menginginkan semakin banyak individu atau personal yang mulai memanfaatkan peluang ini.
Apa yang kira-kira akan menjadi andalan bagi blogger di tahun 2008? Apa akan masih tetap mengidolakan Google AdSense?
Saya kira blogger juga perlu melirik peluang lain seperti Affiliate Program, jadi bukan sekadar text-ads macam Google AdSense. Karena komisi Affiliate Program macam Text-Links-Ads dan Blog Master Mind jauh lebih besar ketimbang PPC-nya layanan text-ads, jadi Affiliate lebih menarik bagi para blogger pemula. Soalnya kalau cuma nongkrongin AdSense bisa frustasi sendiri… hehehe.
Namun, ada kemungkinan lain juga, jika Google Adsense sudah mengizinkan content bahasa Indonesia dipasang AdSense, saya kira, pilihan jadi publisher AdSense menjadi menarik. Soalnya, orang Indonesia tidak terlalu hobi menyambangi blog-blog yang berbahasa asing seperti bahasa Inggris (pasalnya selama ini AdSense hanya akan optimal di blog berbahasa Inggris). Dan saya yakin dengan fenomena ini: meskipun blog adalah trend global, tetapi isi dan komunitasnya akan cenderung lokal.
Bagaimana dengan bisnis affiliasi dan “wirausaha” online (berjualan produk sendiri)? Mana yang akan lebih berkembang di tahun 2008?
Wirausaha online akan lebih berkembang di tahun 2008. Menjual produk atau jasa via blog adalah ide yang bagus.
Lewat blog, pembaca akan merasa lebih percaya melakukan transaksi karena mereka kenal dengan blogger atau si penjual. Karena mereka berada dalam suatu jaringan yang lebih kecil, jaringan di mana mereka saling kenal dan saling percaya. Prinsip saling percaya inilah yang akan membuat wirausaha online via blog akan menemukan momentumnya.
Program PPC lokal mulai bermunculan, seperti Affiliates Indonesia, KumpulBlogger, dll. Bagaimana pendapatnya tentang ini? Bagaimana prospek mereka di tahun 2008?
Saya kira sudah saatnya ada program PPC lokal. Karena PPC menyangkut duit, maka perusahaan PPC yang akan sukses adalah perusahaan yang kredibel. Jadi PPC-PPC yang sudah muncul harus terus mempromosikan dan memasarkan layanannya sambil membangun “image” dan kredibilitas. Tanpa kredibilitas, layanan tersebut akan ditinggalkan orang.
Dalam konteks ini, bisa saja muncul pemain Internasional yang kredibel dan mendirikan kantor cabang di Indonesia. Nah, ancaman-ancaman semacam ini perlu diantisipasi segera.
Apa harapan bagi dunia bisnis internet Indonesia di tahun 2008? Ada pesan-pesan khusus bagi pebisnis internet Indonesia?
Kata kuncinya adalah blogging, social networking dan Web 2.0. Inilah bisnis online yang mesti dikembangkan, termasuk dalam versi mobile-nya.
Intinya, bermainlah di bisnis yang berbasis user-generated-content. Bisnis portal sudah tidak masanya lagi. E-commerce yang extra-vaganza juga tak lagi kompetitif karena perlu modal besar.
Cobalah incar niche market seperti blog dan social networking, karena komunitas dan konsumennya sangat besar.
Ini juga berimplikasi terhadap perubahan business-model. Subscription-based misalnya, sudah tidak mempan lagi. Tetapi komunitas yang besar adalah target paling empuk bagi perusahaan-perusahaan komersial yang sedang berburu calon konsumen dan pelanggan.
Di manakah para calon konsumen dan pelanggan itu kini biasa nongkrong? Ya, di belantara blog dan social networking!
Niche market-lah yang menciptakan keajaiban The Long Tail, seperti yang selalu diteriakkan oleh Chris Anderson itu.
Niche adalah hal yang sering sekali disuarakan oleh mas Budi Putra di berbagai kesempatan. Tidak hanya berarti fokus terhadap satu topik, tapi juga fokus terhadap suatu pasar. Bahkan Matt Cutts sendiri sudah menyatakan bahwa perkembangan SEO di tahun 2008 akan lebih mengarah kepada fokus personalisasi (nanti kita bahas di artikel tersendiri). Blog ITalkPTC.Com yang baru saya luncurkan tadi siang serta membership area CosaAranda.Biz adalah beberapa contoh fokus pasar dan topik yang bisa saya berikan. Untuk kasus Budi Putra, jelas bahwa anak-anak blog ABN yang masing-masing memiliki topik berbeda adalah contoh nyata konsep niche yang ia anut.
Nah, bagaimana dengan Anda? Atau, sudah niche-kah Anda? :)
Label: General Bussiness
Yang Datang dan Pergi di Tahun 2007
Apa perbedaan program-program money making dengan jailangkung? Kalau jailangkung bikin kita takut (kecuali Brokencode yang malah bercinta berkawan dengan pocong), sedang program pendulang uang justru bikin kita semangat dan seneng (kalau sudah dapat duitnya). Persamaannya? Keduanya bisa datang dan pergi kapan saja! Kalau yang pergi jailangkungnya sih gak masalah, tapi lain cerita kalau program money making yang kita ikuti tiba-tiba kabur, menghilang, atau menjadi mandul (alias tidak mampu lagi menghasilkan anak dolar).
Di tahun 2007 lalu pun kejadian datang-tak-dijemput pulang-tak-diantar ala jailangkung tetap saja mewarnai dunia bisnis internet. Mau tahu siapa saja yang termasuk sebagai hantunya bisnis internet di tahun 2007?
AuctionAds
Kemunculan perdananya sempat menimbulkan kehebohan tersendiri. Hasil kerjasama dari Shoemoney dan Media Whiz (pemilik Text Link Ads dan ReviewMe) ini menawarkan jaringan iklan eBay berbasis PPA (paid per action) sebagai alternatif sumber pendapatan Anda.
Sayang seribu sayang, satu demi satu masalah datang. Hingga akhirnya Shoemoney memutuskan untuk bercerai dengan Media Whiz. Iming-iming bonus signup sebesar $5 pun tidak mampu mengangkat pamor AuctionAds yang semakin lama semakin padam.
Saya sendiri termasuk yang sempat optimis terhadap kehadiran AuctionAds. Apalagi Media Whiz selama ini terbukti tidak pernah lalai dalam membayar kewajibannya kepada publisher. Banyak tips dan trik tentang AuctionAds pernah saya tulis di sini, termasuk menjadikannya obyek kuis.
ShoppingAds
Satu lagi produk dari Media Whiz yang masuk ke dalam jurang. Bahkan dalam kondisi prematur. Apabila belum pernah mendengar tentang ShoppingAds, ini adalah jaringan iklan PPC yang bertampilan mirip dengan AuctionAds. Meskipun menawarkan bid yang lumayan besar, ternyata banyak pengunjung situs yang sudah terlanjur bosan dengan tampilan iklan AuctionAds. Alhasil, performa ShoppingAds jauh di bawah standar.
Sekitar satu minggu lalu, Media Whiz mengumumkan peniadaan AuctionAds dan menggabungkannya dengan ShoppingAds. Konsep yang mirip dengan WidgetBucks diterapkan, dimana pengunjung dari negara-negara yang tidak berprospek (baca: di luar US) disuguhi iklan berbasis PPS (paid per sales), sedang lainnya diberi iklan berbasis PPC (paid per click). Hasilnya? Saya sempat mengintip report ShoppingAds saya bulan ini, dan malah jauh lebih parah dibanding sebelum dimerger.
ClixSense
Meskipun sekarang dalam kondisi sekarat, saya patut mengucapkan terima kasih kepada ClixSense, karena berkat program PTC ini, saya mendapatkan semangat dan motivasi untuk kembali ke dunia PTR/PTC yang dulu sempat saya tinggalkan. Tentang ClixSense sendiri, awalnya memang terasa begitu indah. Status upgrade member memberikan prospek penghasilan yang cukup tinggi, sampai saya berani menawarkan kontes berhadiah upgrade keanggotaan di sana. Sayangnya, sejak Desember lalu semua berakhir. Jumlah iklan semakin menipis, termasuk iklan bagi yang sudah berkastakan premium. Jadi jika Anda masih baru di ClixSense (karena saya lihat masih banyak yang baru daftar), saya ingatkan untuk segera berhenti membuang waktu Anda di sana.
Yang Lainnya
Saya sempat waspada terhadap kemungkinan hilangnya Vizu Answers dari daftar progam yang memberikan tambahan nafkah kepada saya, untungnya, meskipun sempat mengalami penurunan, di bulan-bulan terakhir tahun 2007 lalu performanya meningkat kembali (walaupun sudah tidak sebaik di awal saya mengikutinya).
Bagaimana dengan WidgetBucks? Secara pribadi saya menganggap WidgetBucks belum berprofesi menjadi jailangkung. Mungkin baru beberapa bulan lagi ia akan terkubur. Namun bukan berarti sekarang saya masih setia kepadanya, karena saat ini sedang dalam proses mencari alternatif pengganti. Kalau sudah ketemu, ya bye-bye deh WidgetBucks.
Bagaimana menurut Anda? Masih adakah jailangkung-jailangkung bisnis internet lain yang berkeliaran di tahun 2007 lalu? Atau Anda punya prediksi terhadap calon-calon jailangkung di tahun 2008 nanti?
Label: General Bussiness
Sebetulnya saya tidak ingin menulis tentang hal ini karena Dona Akbar, pemilik KiosPay, secara langsung pernah meminta saya untuk tidak membuat artikel tentang masalah yang terjadi pada KiosPay di blog ini dan berjanji untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut dengan baik. Saya pegang janji itu hingga sekarang. Namun pada kenyataannya, yang membuat saya kecewa adalah, situs web KiosPay sampai detik ini masih AKTIF, padahal kondisi “keuangan” mereka belum kembali normal. Selain masih banyak pelanggan lama yang belum mendapatkan refund seperit yang dijanjikan, kian banyak pula pelanggan baru yang terjebak dalam lingkaran scam KiosPay. Tidak perlu saya contohkan komentar-komentar yang masuk ke YM saya, yang mengeluhkan tentang uang mereka yang hilang tak berbekas di KiosPay.
Berapa banyak yang menjadi korban? Entah. Beberapa di antaranya dapat Anda baca “curhatnya” di sini. Saya sendiri juga salah satunya kok. Bahkan sebelum yang lain mengeluhkan masalah keterlambatan pencairan Paypal mereka, saya sudah merasakannya. Saat itu saya masih mencoba memahami kesibukannya (dan alasan-alasan yang diberikan), sehingga tidak pernah sekalipun mengajukan protes.
Namun ada satu alasan yang ternyata agak diragukan kebenarannya, yaitu mengenai durasi waktu withdraw dari Paypal ke rekening CC kita. Pihak KiosPay mengatakan bahwa proses ini dapat memakan waktu 7 hingga 10 hari. Pada kenyataannya, semenjak saya memiliki akun Paypal sendiri, proses withdraw tidak pernah berlangsung lebih dari 3 hari.
Yah, kecuali Tuhan, tidak ada yang tahu kebenaran perkataan KiosPay mengenai durasi waktu withdraw mereka yang selalu memakan waktu satu minggu lebih itu. Juga tidak ada yang tahu kebenaran teori konspirasi saya berikut ini:
Once upon a time, pihak KiosPay butuh duit dan ia memutuskan untuk menggunakan dana (milik orang lain yang belum dicairkan) yang ada di akun Paypal KiosPay. Toh nanti jika ada dana masuk, komisinya dapat digunakan untuk menutup bagian yang ia gunakan tadi. Ternyata, entah salah perhitungan atau dana yang digunakan terlalu banyak, segala sesuatunya tidak berjalan mulus. Komisi yang diharapkan bisa menutupi, tetap saja kurang. Alhasil, terpaksa waktu pencairan dana yang dijanjikan ke pelanggan diundur, hingga KiosPay memiliki suntikan dana untuk menutup lubang-lubang yang ia gali sebelumnya.
Darimana asal suntikan dana? Salah satunya adalah dana yang dikirimkan oleh pelanggan baru. Sehingga, duit Paypal atau jasa layanan yang diterima dari pelanggan baru bukannya diproses sesuai order-nya, melainkan digunakan untuk “melunasi hutang” mereka ke pelanggan lama. Karena ini terjadi terus-menerus, deret pelanggan yang dirugikan semakin lama semakin panjang. Mungkin bahkan nanti bakal melebihi deret bilangan prima, hehehe.
Apakah benar seperti itu yang terjadi? Sekali lagi, hanya Tuhan yang tahu. Saya pun untuk saat ini hanya bisa mengatakan, STAY AWAY FROM KIOSPAY!
Buat yang sudah terlanjur bertransaksi, ya ikhlaskan saja ya :)
Dan buat pemilik KiosPay, saya tidak akan menulis artikel ini jika dari awal — sejak “permintaan maaf” Anda di forum AdSense-ID bulan lalu — Anda mem-follow-up gonjang-ganjing yang terjadi di KiosPay dengan menutup situs web Anda dan tidak menerima pelanggan baru. Pada kenyataannya, Anda justru tetap membuka situs tersebut tanpa ada pemberitahuan sedikit pun di sana dan mengakibatkan lebih banyak lagi orang yang tertipu. Tanpa perlu buka kamus, you’re definitely a scammer. Period.
Label: General Bussiness